Pemerintah juga akan memperkuat kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK), SMK vokasi, dan lembaga pelatihan kerja swasta untuk memastikan calon pekerja mendapatkan pelatihan kompetensi sesuai standar internasional.
“Ini adalah langkah strategis. Kalau kita berhasil menciptakan ekosistem yang kuat, Indonesia bisa menjadi salah satu negara penyuplai tenaga kerja profesional terbesar di dunia,” ujar Kadir optimistis.
Abdul Kadir menegaskan bahwa visi besar pemerintah adalah mendorong migrasi tenaga kerja yang aman, legal, dan bermartabat.
Ia berharap masyarakat tidak tergiur bujuk rayu oknum yang menawarkan jalan pintas bekerja ke luar negeri tanpa prosedur yang sah.
“Kita ingin pekerja Indonesia dihargai, dibayar layak, dan punya kehidupan yang lebih baik di luar negeri. Tapi itu hanya mungkin jika mereka berangkat lewat jalur yang benar,” tegasnya.
Pemerintah juga membuka layanan pengaduan dan konsultasi terkait peluang kerja luar negeri serta jalur resmi penempatan tenaga kerja, baik secara langsung di kantor-kantor Dinas Ketenagakerjaan maupun melalui layanan daring yang telah terintegrasi di tingkat nasional.
Berita Terkait
-
Bejat! Nenek Lumpuh di Ketapang Dicabuli Cucu Kandung
-
Perempuan Muda di Ketapang Dianiaya Mantan Kekasih, Direkam dalam Keadaan Tanpa Busana
-
SPMB Kalbar 2025 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Prosedur Lengkap Pendaftaran SMA dan SMK
-
Balas Dendam Jadi Alasan Pelaku Habisi Nyawa Balita di Singkawang
-
Tiga Warga Kalbar Meninggal Saat Ibadah Haji 2025
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama