Dalam 2 Hari Belasan Ribu Ikan Nila Mati di Sungai Mempawah, Ada Apa?

Asli bang, dari kemarin dan hari ini, sekitar 12 ribu bibit nila saya mati mendadak. Mengapung dalam keramba. Pusing kepala dibuatnya,

Bangun Santoso
Minggu, 27 September 2020 | 10:05 WIB
Dalam 2 Hari Belasan Ribu Ikan Nila Mati di Sungai Mempawah, Ada Apa?
Ilustrasi Ikan Nila (AFP PHOTO/SEYLLOU)

SuaraKalbar.id - Jamal, warga Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat hanya bisa terduduk lesu. Dalam dua hari, belasan ribu bibit ikan nila di keramba miliknya ditemukan mati mendadak di tepian Sungai Mempawah.

Ketika dihubungi suarakalbar.co.id (jaringan Suara.com), Sabtu (26/9/2020), Jamal membenarkan kejadian ini. Menurut dia, peristiwa matinya bibit ikan nila berlangsung sejak kemarin.

“Asli bang, dari kemarin dan hari ini, sekitar 12 ribu bibit nila saya mati mendadak. Mengapung dalam keramba. Pusing kepala dibuatnya,” ujar Jamal.

Ditanya penyebab bibit ikan mati mendadak, Jamal mengatakan bisa jadi karena kondisi air usai banjir yang menghayutkan rumput-rumput membusuk. Rumput itu membuat kualitas air memburuk hingga tingkat keasamannya tinggi.

Baca Juga:Geger Ibu Aniaya Anak hingga Patah Kaki, Pengacara: Ada Penggiringan Opini

Atau bisa juga, karena sisa-sisa lumpur banjir yang terbawa air di Sungai Mempawah menyerang saluran pernafasan bibit ikan nila, ujar Jamal.

“Lumayan saya rugi ni bang. Kalau diitung-itung bisa Rp 6-7 juta. Tapi mau diapakan, lah, untung ikan yang besar masih hidup,” katanya.

Untuk keramba-keramba lain, Jamal mengatakan tetap aman karena tidak ada yang memasukkan bibit. Ikan yang berukuran besar maupun siap panen, umumnya tahan dengan perubahan kualitas air.

Sementara para pemilik keramba lainnya yang dihubungi, mengungkapkan, jika posisi keramba berada di kawasan Desa Antibar, maka kualitas yang buruk karena banjir memang bisa menyebabkan bibit ikan mati mendadak. Sebab yang turun adalah air dengan keasaman tinggi.

“Tapi kalau di kawasan lebih hulu lagi, misalnya di Kelurahan Pedalaman atau Terusan, relatif lebih aman. Di Antibar bisa jadi air terasa kelat (pahit) karena sisa lumpur atau rumput busuk karena banjir,” kata Heri, pemilik keramba di Terusan.

Baca Juga:Tepergok Bawa Mobil, Pasutri Pengamen Keliling demi Kumpulkan Receh

Ia menyarankan, karena kualitas air belum normal usai banjir, sebaiknya tidak menebar bibit terlebih dahulu.

“Tunggu air normal baru menebar bibit, jadi kita bisa meminimalisasi kerugian karena bibit ikan mendadak mati,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini