Mainkan Harga Tes PCR, Labkes Swasta di Kalimantan Barat Bakal Ditutup

Harisson mengaku sudah mendapat laporan dari warga terkait permainan harga tes PCR.

Husna Rahmayunita
Kamis, 19 Agustus 2021 | 09:14 WIB
Mainkan Harga Tes PCR, Labkes Swasta di Kalimantan Barat Bakal Ditutup
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar dr Harisson. (Antara/Dedi)

SuaraKalbar.id - Sanksi tegas akan diberikan kepada laboratorium kesehatan atau labkes swasta di Kalimantan Barat yang tak mematuhi aturan penetapan harga tes PCR dan antigen.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson mengaku sudah mendapat laporan dari warga terkait permainan harga tes PCR.

Menurutnya, masih ada pihak yang ingin mencoba memainkan harga PCR dengan menetapkan harga tertinggi sebesar Rp 950 ribu, untuk pemeriksaan tercepat dalam hitungan 1-3 jam.

Sementara untuk hasil PCR yang dikeluarkan antara 8-12 jam ditetapkan tarif seharga Rp700 ribu.

Baca Juga:Soal Batas Harga Tes PCR di Jakarta, Ini Kata Dinkes DKI

"Ini jadi seperti dimainkan harganya, hanya untuk mendapat harga tertinggi dari hasil tes PCR," ujarnya, Rabu (18/9/2021).

Ia pun memastikan akan menutup labkes swasta yang memainkan harga tes PCR dan antigen, tak sesuai aturan pemerintah.

"Saya cuma ingin menegaskan, coba mainkan Surat Edaran Menkes nomor : HK.02.02/I/2845/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi pemeriksaan PCR, siap-siap saya tutup laboratoriumnya," tegasnya.

Ilustrasi Tes PCR. (Dok: Istimewa)
Ilustrasi Tes PCR. (Dok: Istimewa)

Sebelumnya, Presiden Jokowi minta turunkan harga tes PCR ke kisaran Rp 450-550 ribu. Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji buka suara.

Ia mengklaim sebelum Presiden Jokowi minta biaya tes PCR turun, dirinya telah mengkritisi mahalnya harga tes Covid-19 tersebut.

Baca Juga:Pemerintah Turunkan Harga Swab PCR, Serena Bisa Sisakan Uang untuk Menabung

Bahkan, Sutarmidji mengaku, protes tersebut disampaikannya sejak enam bulan lalu sebelum pusat turun tangan.

Menurut Sutarmidji, semestinya warga tidak dibebani dengan biaya tes PCR atau antigen. Sebagaimana instruksi yang disampaikan Presiden Jokowi.

Ia menyebut, selayaknya harga tes PCR yang dipatok maksimal Rp 900 ribu sesuai arahan Kemenkes, turun menjadi Rp 400 ribu.

"Enam bulan lalu saya sudah sampaikan mahalnya tarif PCR dan antigen. Harusnya tarif maksimal PCR itu Rp 400 ribu dan Rp 125 ribu untuk antigen. Hal ini juga sesuai dengan intruksi presiden," ujarnya, Senin (16/8/2021) seperti dikutip dari Antara.

Tingginya harga tes PCR di Indonesia tersebut, kata dia menjadi sorotan karena selisih jauh dengan harga tes PCR di India yang menurut kabar seharga Rp 96 ribu.

"Sebuah fakta yang sangat mengejutkan. Pasalnya, harga tes PCR di Indonesia jauh lebih tinggi ketimbang India," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini