Sehingga, nanti tidak ada lagi pedagang yang memotong ayam atau sapi kemudian membersihkannya di sungai. Karena setelah ada turap, maka dibuat jalan setapak dan taman, sehingga konsumen maupun pedagang akan berhadapan dengan sungai.
"Artinya sungai itu nanti akan dijadikan water front," tuturnya.
Selama proses pembangunan turap, katanya, memang ada beberapa pedagang yang terkena dampak dengan pekerjaan tersebut seperti pedagang ayam, sapi, sembako dan pakaian.
"Ini yang sedang kita bahas dan pada saat rapat terakhir Jumat kemarin, saya sudah menyarankan kepada pedagang yang terkena dampak harus dibuatkan lapak sementara ke tempat yang tidak terkena dampak pekerjaan," ujarnya.
Baca Juga:Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Hari Ini
Namun saran tersebut masih dipikirkan oleh Dinas PUPR, karena pembangunan lapak-lapak sementara itu tidak dianggarkan di Disperindagkop.
"Mudah-mudahan di APBD Perubahan 2021, pembangunan lapak-lapak sementara itu bisa dianggarkan," harapnya.
Muslimin mengakui, sejauh ini memang belum ada sosialisasi kepada pedagang terkait program renovasi Pasar Beringin Singkawang.
Namun, ketika nanti sudah ditetapkan pemenang lelang, maka baru dilakukan sosialisasi yang berkaitan dengan hak dan kewajiban pedagang.
"Pasar Beringin ini memang sudah semestinya dibangun yang baru, namun jangan sampai nanti memberatkan pedagang karena nantinya akan dikelola oleh pihak ketiga," ungkapnya.
Baca Juga:Permintaan Sawit Meningkat, Petani di Kalimantan Barat Rasakan Dampak Positifnya
Muslimin juga berharap, revitalisasi Pasar Beringin Singkawang bisa selesai di akhir masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang di akhir tahun 2022.