Jagung Menjadi Komoditas Unggulan Kedua Setelah Beras di Landak

Jagung menjadi potensi ekonomi yang sangat baik bagi masyarakat Kabupaten Landak selain tetap meningkatkan potensi produksi pertanian dan holtikultura lainnya

Bella
Sabtu, 08 Januari 2022 | 18:36 WIB
Jagung Menjadi Komoditas Unggulan Kedua Setelah Beras di Landak
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa (Antara/Rendra Oxtora)

SuaraKalbar.id - Bupati Landak Karolin Margret Natasa, memperkenalkan jagung sebagai makanan pendamping beras di tingkat Nasional.

Hal itu disampaikannya, dalam kegiatan kompetisi kreasi kuliner pendamping beras pada kegiatan HUT 49 PDI Perjuangan yang digelar sejak 7 hingga 8 Januari 2022.

Menurut Karolin, saat ini jagung menjadi komoditas unggulan setelah beras yang menjadi program pertanian di Kabupaten Landak.

"PKK Kabupaten Landak mengikuti perlombaan dalam rangka HUT 49 PDI Perjuangan, kita memilih jagung karena saat ini jagung menjadi komoditas unggulan setelah beras. Sejak thun 2017 produksi jagung terus meningkat hingga tahun 2021 ini produksi jagung kita sudah mencapi sekitar 52 ribu ton,” ujar Karolin mengutip suarakalbar.co.id-jaringan suara.com, Sabtu (8/1/2022).

Baca Juga:Pasokan Batu Bara Global Anjlok karena Indonesia Menangguhkan Ekspor

Karolin menjelaskan, jagung menjadi potensi ekonomi yang sangat baik bagi masyarakat Kabupaten Landak selain tetap meningkatkan potensi produksi pertanian dan holtikultura lainnya.

"Ini menjadi sebuah peluang ekonomi yang sangat baik bagi masyarakat Kabupaten Landak" katanya.

Meski begitu, Karolin berkata bahwa pihaknya terus berupaya agar masyarakat terus melakukan dan menggali potensi-potensi komoditas yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat

Tidak lupa, Karolin meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Landak dan masyarakat Kalimantan Barat agar dapat terus mendukung diverifikasi pangan dengan menambah variasi pengganti nasi.

“Mari kita dukung program pemerintah untuk melakukan diversifikasi pangan dengan tidak hanya memakan nasi, namu juga bisa menambah variasi dan asupan karbohidrat kita dengan jagung, ubi, ketela, sagu dan sebagainya untuk kesehatan kita dan untuk ketahanan pangan Indonesia,” pesan Karolin.

Baca Juga:Harga Cabai di Bontang Perlahan Turun, Tapi Sayang Telur Masih Rp 70 Ribu per Piring

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini