facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Melihat Lebih Dekat Motor Klotok Tambang, Moda Transportasi Andalan Masyarakat Pesisir di Kubu Raya

Bella Minggu, 03 Juli 2022 | 15:20 WIB

Melihat Lebih Dekat Motor Klotok Tambang, Moda Transportasi Andalan Masyarakat Pesisir di Kubu Raya
Pemilik motor tambang sedang mendampingi warga yang hendak menuju daerah di desa Sepok Prupuk, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Motor tambang hingga kini masih menjadi andalan masyarakat pesisir baik sebagai jasa angkutan orang dan maupun barang.[Suara.com/Diko Eno]

Saya harapkan pemerintah juga mendukung apa yang menjadi kerjaan kami di sini, apalagi ini kerjaan di laut

SuaraKalbar.id - Bagi masyarakat pesisir, kapal motor tambang masih menjadi transportasi andalan yang digunakan untuk mengangkut penumpang maupun sembako.

Di desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, moda transportasi tradisional jalur sungai ini masih ada dijumpai.

Kapal motor air tambang juga kerap disebut warga dengan sebutan motor klotok.

Setiap harinya mengangkut warga yang ingin bertolak dari desa seberang, yakni desa Tanjung Saleh, Sepok Prupuk dan Sepok Laut, Kabupaten Kubu Raya.

Baca Juga: Sebanyak 32 Wisman Singapura Turun dari Kapal Pesiar di Nongsapura, Siap Jelajahi Batam

Satu di antara pemilik kapal motor air tambang, Udin mengatakan setiap harinya warga yang tinggal di daerah pesisir sungai masih memanfaatkan motor tambang sebagai alat transportasi sungai digunakan untuk bepergian maupun mengangkut barang.

Biasanya dalam sehari, Udin bisa meraup keuntungan hingga ratusan ribu rupiah.

Penghasilan Udin bisa meningkat jika ada beberapa warga yang hendak carter alias booking antar-jemput.

"Biasa ada yang mau antar jemput, harganua agak beda dari penumpang biasa. Kalau penumpang biasa tergantung tempatnya, kalau dekat hanya Rp 10 ribu,"katanya kepada Suara.com, Minggu (03/07/2022).

Meski terbuat dari kayu dengan mesin berbahan bakar bensin sebagai tenaga pendorong, namun kapal motor air tambang ini bisa mengangkut hingga 15 penumpang.

Baca Juga: Tenggelamnya KM Tiana, Pengacara Ayu Anjani Minta Polisi Usut Dugaan Kelalaian Kapten Kapal

Namun, yang menjadi kendalanya adalah saat air sungai mengering. Karena beberapa daerah di pesisir Kabupaten Kubu Raya terdapat sungai yang dangkal.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait