Tasmalinda
Kamis, 23 April 2026 | 18:52 WIB
Rapat Kerja LKPJ DPRD yang menghadirkan jajaran DPRD serta perwakilan PT DIB (Harita Group), Selasa (23/4/2026). SUARAKALBAR.CO
Baca 10 detik
  • PT Dharma Inti Bersama membangun Kawasan Industri Pulau Penebang di Kayong Utara untuk pengolahan bijih bauksit terintegrasi.
  • Pembangunan infrastruktur pendukung sedang berjalan dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2028 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
  • Proyek strategis ini memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, pelatihan, serta dukungan program CSR.

SuaraKalbar.id - Kabupaten Kayong Utara bersiap menjadi salah satu pusat industri alumina dan aluminium di Indonesia. Hal ini seiring percepatan pembangunan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, yang dikelola PT Dharma Inti Bersama (DIB) bagian dari Harita Group.

Kawasan industri tersebut dirancang sebagai pusat pengolahan dan pemurnian bijih bauksit untuk produksi alumina dan aluminium yang terintegrasi serta berkelanjutan. Proyek strategis ini diharapkan mampu mendorong transformasi ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.

Penguatan sinergi antara DPRD Kabupaten Kayong Utara dan PT DIB mengemuka dalam Rapat Kerja LKPJ DPRD yang digelar Selasa (23/4/2026). Forum tersebut menghadirkan jajaran DPRD dan perwakilan manajemen PT DIB untuk memastikan pembangunan berjalan optimal, terarah, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Anggota DPRD Kayong Utara, Abdul Rani, mengapresiasi kontribusi perusahaan meski proyek belum memasuki tahap produksi. “Belum produksi tapi sudah memberikan kontribusi berupa lapangan pekerjaan, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan masyarakat kepulauan,” katanya.

Hal senada disampaikan anggota DPRD lainnya, Haripin. Ia menegaskan dukungan penuh DPRD terhadap pembangunan KIPP sebagai bagian dari transformasi ekonomi Kayong Utara.

“Kami mendukung proses pembangunan dari awal hingga produksi. Harapannya berjalan lancar dan pada 2027 sudah dapat memberikan kontribusi signifikan bagi daerah,” ujarnya.

Menurut Haripin, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari sisi industri, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan ekonomi lokal.

PT DIB menjelaskan progres pembangunan terus berjalan. Saat ini perusahaan tengah mengerjakan pembangunan pondasi pembangkit listrik (power plant), pelabuhan, dan infrastruktur pendukung lainnya secara simultan.

Kawasan Industri Pulau Penebang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Baca Juga: 1.800 Warga Lokal Terserap Industri Bauksit Pulau Penebang

PT DIB juga menyebut kehadiran proyek ini mulai menciptakan multiplier effect di berbagai sektor. Aktivitas pembangunan disebut meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, membuka peluang usaha baru, hingga meningkatkan permintaan bahan baku dari desa-desa penyangga seperti Desa Pelapis.

Komitmen perusahaan terhadap masyarakat diwujudkan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Program tersebut meliputi bantuan kebutuhan pokok, dukungan energi, hingga kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur dasar di wilayah sekitar kawasan industri.

Selain itu, PT DIB turut berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir, dengan proyeksi meningkat signifikan setelah kawasan mulai beroperasi.

Pimpinan rapat yang juga Wakil Ketua DPRD Kayong Utara, Abdul Zamad, menegaskan keberhasilan pembangunan KIPP tak lepas dari kolaborasi tiga pilar utama.

“Keberhasilan pembangunan kawasan industri ini harus didukung pemerintah, perusahaan, dan masyarakat secara bersama-sama,” tegasnya.

Dengan proyek yang terus dikebut, Kayong Utara kini mulai menatap peluang menjadi kawasan industri strategis baru di Kalimantan Barat, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis hilirisasi bauksit di Indonesia.

Load More