Tanggapi Bupati Landak, Dinkes Kalbar Akui Lambat Laporkan Hasil Tes Swab

Harisson mengakui pihaknya memang masih lambat memberikan laporan tes usap dari sampel yang dikirimkan

Husna Rahmayunita
Senin, 05 Oktober 2020 | 09:00 WIB
Tanggapi Bupati Landak, Dinkes Kalbar Akui Lambat Laporkan Hasil Tes Swab
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar dr Harisson. (Antara/Dedi)

SuaraKalbar.id - Dinas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson menanggapi keluhan yang disampaikan Bupati Landak Karolin Margret Natasa terkait hasil tes swab ratusan warganya yang belum keluar.

Harisson mengakui pihaknya memang masih lambat memberikan laporan tes usap dari sampel yang dikirimkan sejumlah daerah.

Hal ini lantaran ada beberapa pemda yang mengirimkannya melebihi kuota yang ditentukan.

"Ini menanggapi pertanyaan Ibu Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa di mana masih banyak sampel yang belum selesai diperiksa. Sebenarnya banyak pemeriksaan sampel tes usap yang kami sudah selesaikan," ujar Harisson di Pontianak, Senin.

Ia mengatakan tidak semua yang dikirim bisa selesai tepat waktu, mengingat kapasitas Laboratorium Untan dan jumlah sampel tes usap yang dikirimkan oleh Kabupaten Landak melebihi kuota.

Baca Juga:Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19 Kota Makassar Tidak Transparan

"Untuk minggu ke-3, ke-4 bulan September dan minggu I bulan Oktober berturut turut sejumlah 380, 558, 530 sampel. Kalau kami hanya menyelesaikan Landak, kasihan kabupaten/kota yang lain, untuk itu harus dibagi," katanya.

Saat ini, dengan 6 hari kerja, kapasitas Laboratorium Untan bisa memeriksa sebanyak 3.000-4.000 sampel tes usap.

Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Makassar melakukan tes swab gratis di Kecamatan Rappocini, Jumat (11/9/2020)
Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Makassar melakukan tes swab gratis di Kecamatan Rappocini, Jumat (11/9/2020)

Ini pun kalau Laboratorium Untan tidak sedang error dalam pemeriksaan, di mana terkadang terjadi gagal dan alat PCR tidak bisa mengeluarkan hasil.

"Makanya dalam Pergub 110/2020 diatur 200 sampel per minggu, per kabupaten/kota, sehingga sampel yang akan diperiksa untuk 13 kabupaten/kota sebanyak 2.600 sampel per minggu, dan sisa kuotanya untuk pemeriksaan pasien di rumah sakit atau populasi tertentu yang memerlukan pemeriksaan swab. Untuk Kabupaten Sintang tidak kita hitung lagi karena sudah melaksanakan pemeriksaan PCR sendiri," katanya.

Harisson mengatakan dalam pelaksanaannya ada kabupaten/kota yang sangat semangat melaksanakan testing dan tracing. Mereka mengirimkan sampel dengan jumlah yang jauh lebih tinggi dari kuotanya.

Baca Juga:Anggota KPU Sulsel Misna Attas Umumkan Diri Positif Covid-19

"Namun, ini kami pahami dan sangat kami hargai. Dalam pemeriksaan sampel tes usap di Lab Untan, tentunya kami tidak akan hanya memprioritaskan salah satu kabupaten atau kota saja, semua terpaksa diantrekan berdasarkan prinsip first in first out (fifo) dan azas pemerataan," tuturnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini