Terancam Tambang Pasir Kuarsa: Perjalanan Sehari Bersama Nelayan Tradisional ke Pulau Gelam

Kami harus mencari ikan lebih jauh dan membutuhkan BBM yang semakin banyak dengan biaya yang tinggi dan tidak sebanding dari hasil tangkapan

Bella
Kamis, 15 Februari 2024 | 17:58 WIB
Terancam Tambang Pasir Kuarsa: Perjalanan Sehari Bersama Nelayan Tradisional ke Pulau Gelam
Potret aktivitas nelayan Cempedak. (Tim Liputan Investigasi)

“Lumayan, untuk menambah penghasilan keluarga,” jelasnya.

Sore itu cahaya matahari sudah mulai menghilang, suara bebek terdengar saut menyaut dari belakang rumah Neka, dengan sigap ia mencari sebuah galah yang terbuat dari bamboo untuk digunakan menggiring bebek miliknya kedalam kolong rumah,

Ketika cuaca buruk yang terjadi pada bulan Desember setiap tahunnya, aktivitas melaut nelayan Cempedak terpaksa harus terhenti, karena susahnya mencari ikan. Dari hasil berternak bebek, Neka bisa menambah perekonomian keluarga.

“Bebek ini nanti dijual ke kapal cumi yang berlabuh ke Cempedak, dua ekor bebek ditukar dengan 1 jerigen bahan bakar 20 liter,” ungkapnya.

Baca Juga:Pulau Gelam: Pasir Kuarsa akan Ditambang, Nelayan Tradisional Terancam

Selain beternak bebek, Neka juga membuka warung kelontong yang menjual kebutuhan rumah tangga dan minuman kecil-kecilan didepan rumahnya.

Hampir sebagian perempuan di pulau Cempedak merupakan ibu rumah tangga, ketika suami pergi melaut, tugas perempuan biasanya membantu membuat dan membersihkan jaring serta mengolah hasil tangkapan dari melaut seperti membuat ikan asin dan mengeluarkan isi ranjungan untuk dijual lagi.

Namun ada beberapa perempuan juga yang masih menjadi nelayan karena membantu suami melaut seperti Lima (45).

“Kalau ke pulau Gelam, harus bawa membawa beras dan kompor, lauknya cari sendiri kan banyak ikan, kerang dan kupah,” jelasnya.

Menurutnya kalau ke Gelam harus menginap, karena tidak punya pondok biasanya Lima dan suami menginap di dalam lepeh, karena kalau tidak modalnya tidak kembali. Terkadang ia harus membawa anaknya yang bungsu, ketika berumur 2 bulan ke Gelam karena tidak ada yang mengasuh dirumah.

Baca Juga:Nelayan Perempuan Pulau Gelam Paling Terancam Tambang

Ketika musim ombak besar, biasanya Lima dan perempuan di Pulau Cempedak mengisi waktu dengan menganyam, sebelum musim ombak besar bahan anyaman dikumpulkan terlebih dahulu dari sekitar pulau Cempedak.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini