SuaraKalbar.id - Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Barat (KI Kalbar) mendesak Sales Area Regional Kalimantan Barat PT Pertamina Patra Niaga untuk memperkuat keterbukaan informasi publik dalam pengelolaan energi, khususnya menjelang Idul Fitri 1446 H.
Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan akurat terkait ketersediaan serta distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg.
Ketua KI Kalbar, M. Darusalam, menegaskan bahwa sebagai badan publik, Pertamina wajib mematuhi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
“Layanan informasi publik Pertamina di Kalbar harus mudah diakses masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika isu ketersediaan energi seperti LPG 3 kg dan BBM bersubsidi menjadi sorotan utama,” kata Darusalam dalam kunjungan kerja ke Pertamina Kalbar pada Jumat (14/3/2025).
Ia menambahkan bahwa transparansi distribusi energi dapat mencegah spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua KI Kalbar, M. Reinardo Sinaga, menyoroti pentingnya akses informasi terkait kuota dan mekanisme penyaluran BBM bersubsidi.
“Keterbukaan informasi dapat mengurangi misinformasi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Pertamina,” ujarnya.
Reinardo juga menyebut sejumlah persoalan yang perlu dijelaskan secara terbuka, seperti isu pertalite dan pertamax, penolakan sistem MyPertamina oleh sebagian masyarakat, hingga dugaan penyimpangan distribusi BBM di Sungai Kapuas.
Menanggapi hal ini, Sales Area Manager Retail Kalbar PT Pertamina Patra Niaga, Aris Irmi, menegaskan komitmen pihaknya untuk meningkatkan transparansi.
Baca Juga: Kapal Tanker Pertamina Kencing di Pontianak: Skandal BBM Bersubsidi Kembali Gegerkan Pertamina!
“Kami terus berupaya memastikan stok BBM dan LPG aman jelang Idul Fitri serta mengevaluasi sistem distribusi agar lebih optimal,” katanya.
Namun, ia menjelaskan bahwa kebijakan dan regulasi distribusi dikelola oleh kantor pusat di Balikpapan, sehingga penjelasan rinci terpusat di sana.
Meski begitu, Aris menyambut masukan KI Kalbar dan meminta dukungan untuk memperkuat komunikasi publik.
Reinardo menyarankan Pertamina Kalbar memanfaatkan media sosial, seperti Instagram, untuk komunikasi langsung dengan masyarakat.
“Fitur live bisa digunakan untuk sesi tanya jawab, sehingga masyarakat mendapatkan jawaban langsung dari Pertamina,” ungkapnya.
Saran ini disambut positif oleh Sales Branch Manager IV Gas Kalbar, Imam Rizki Arianto, yang berjanji menindaklanjuti dengan menyampaikan informasi kuota LPG 3 kg dan isu lainnya melalui saluran komunikasi yang ada.
Tag
Berita Terkait
-
Kapal Tanker Pertamina Kencing di Pontianak: Skandal BBM Bersubsidi Kembali Gegerkan Pertamina!
-
Mobil Tangki Pertamina Terguling di Bundaran Bandara Supadio, Arus Lalu Lintas Tersendat
-
Pelaku Penyelundupan BBM Subsidi di Kapuas Hulu Terancam Enam Tahun Penjara
-
Sejumlah Mahasiswa Gelar Aksi di Kantor Pertamina Pontianak: Protes Kelangkaan Solar Bersubsidi di Kalbar
-
Kebakaran Hebat Mobil di SPBU Galing, Diduga Terkait Penimbunan BBM
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Pilihan Terbaik Mulai 1 Jutaan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
Terkini
-
Penggeledahan KSOP Ketapang Berlanjut, Kejati Kalbar Dalami Dugaan Korupsi Ekspor Bauksit
-
Waspada Superflu, Masyarakat Sambas Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
-
2 Ruko di Pasar Selakau Kalbar Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya
-
Inflasi Kalimantan Barat Desember 2025 Capai 1,85 Persen
-
5 Tips Perawatan Kulit Traveler di Musim Hujan agar Tetap Sehat dan Terlindungi