SuaraKalbar.id - Banjir yang melanda sejumlah daerah hulu wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, telah surut, namun situasi masih kritis di sejumlah desa dan kecamatan yang terletak di hilir bantaran Sungai Kapuas di wilayah tersebut.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Gunawan, debit air di Kecamatan Putussibau Selatan dan Putussibau Utara sudah surut, dan aktivitas warga kembali normal. Namun, banjir kiriman dari hulu masih membuat daerah pesisir sungai teredam.
"Untuk Kecamatan Putussibau Selatan dan Putussibau Utara, debit air sudah surut, aktivitas warga kembali normal, justru di daerah pesisir sungai saat ini masih terendam karena banjir kiriman dari hulu," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu Gunawan di Putussibau Kapuas Hulu, Senin.
Debit air tinggi di daerah hilir pesisir Sungai Kapuas disebabkan oleh banjir kiriman yang merupakan akibat dari meluapnya air Sungai Kapuas di hulu. Beberapa kecamatan yang masih terendam banjir antara lain Kecamatan Embaloh Hilir, Bika, Bunut Hilir, Semitau, Suhaid, Jongkong, Selimbau, Silat Hilir, termasuk beberapa desa di kawasan Danau Sentarum Kecamatan Batang Lupar.
Gunawan menyatakan bahwa sejumlah bantuan, termasuk sembako, makanan siap saji, terpal, dan tenda pengungsian, sudah disalurkan, dan pendistribusian masih berlangsung di beberapa kecamatan yang terdampak.
"Sejumlah bantuan sudah kami salurkan dan beberapa kecamatan masih proses pendistribusian," katanya.
Bantuan tersebut berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan beras cadangan pangan pemerintah dari Provinsi Kalimantan Barat yang didistribusikan melalui Bulog Putussibau.
Gunawan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan banjir susulan.
Pantauan di Teluk Barak Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan, menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat kembali normal setelah lebih dari dua pekan terendam banjir. Lalu lintas kendaraan sudah kembali normal, dan kegiatan belajar mengajar di SDN 03 Kedamin juga sudah berjalan seperti biasa.
Baca Juga: Lebih Dari 30.000 Jiwa Terdampak Banjir di Kapuas Hulu
"Lebih dari dua pekan kami menggunakan perahu sebagai alternatif untuk beraktivitas, namun saat ini banjir sudah surut, mudah-mudahan tidak terjadi banjir susulan," kata Ketua RT 08 Teluk Barak Unggal Buyung.
Unggal Buyung, Ketua RT 08 Teluk Barak, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima dari pemerintah daerah dan Bank Syariah Indonesia di Putussibau. Ia juga berharap agar pembangunan jembatan kayu yang menghubungkan ke SDN 03 Teluk Barak dapat dilanjutkan untuk memudahkan akses transportasi saat jalan terendam banjir.
Warga Teluk Barak juga mengharapkan peningkatan pembangunan jalan Kalimantan di Kedamin Hilir, agar dapat ditinggikan setara dengan jalan utama sebagai langkah preventif menghadapi banjir di masa mendatang. (Antara)
Berita Terkait
-
Tragis! Nelayan Asal Manis Mata Ditemukan Meninggal Dunia Setelah 3 Hari Pencarian
-
5.740 Rumah Terdampak Banjir di Kapuas Hulu, Ketua RT: Kasihan Warga Kami
-
Banjir Dahsyat di Kapuas Hulu, Sekolah Terpaksa Diliburkan
-
Mobil Terbakar di SPBU Putussibau, Diduga Pengendara Langgar Aturan Pengisian BBM
-
Bupati Sambas Satono Sebut Banjir Adalah Hukum Alam dan Kehendak Allah
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama
-
IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan
-
KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM