SuaraKalbar.id - Penjabat Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 yang dijadwalkan akan digelar pada bulan November mendatang.
"Saya kan Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, saya tidak akan mengikuti kontestasi Pilkada," ungkap Harisson seperti dikutip dari suarakalabrcoid jejaring suara.com.
Selain itu, Harisson juga memberikan komitmen kuat untuk terus menjaga jalannya Pilkada agar tetap aman, damai, dan lancar di wilayah Kalimantan Barat.
"Saya menjaga agar Pilkada di Kalimantan Barat aman, damai, tertib, dan lancar," ujar Harisson.
Dirinya juga mengaku siap melakukan serah terima jabatan ketika Gubernur Kalimantan Barat yang baru telah terpilih.
"Nanti kalau sudah terpilih Gubernur yang baru, baru serah terima jabatan," katanya lagi.
Sebelumnya diberitakan bahwa Kantor Pusat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah mengeluarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024.
Anggota KPU RI, Yulianto Sudrajat, mengumumkan bahwa pendaftaran pemantau pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 telah resmi dimulai pada hari ini, Selasa.
"Dengan demikian, pemberitahuan dan pemantauan pemilihan dimulai dari hari ini, 27 Februari hingga 16 November 2024," ungkap Sudrajat di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa.
Baca Juga: Baru Satu Orang Mendaftar Calon Gubernur Kalteng ke PDIP
Lembaga yang berminat untuk memantau pelaksanaan Pilkada 2024 diharuskan untuk mendaftar kepada KPU agar dapat memperoleh akreditasi. Pemantau untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur diharapkan mendaftar langsung ke KPU Provinsi.
Sedangkan untuk pemantau pemilihan bupati atau wali kota, disarankan untuk mendaftar ke KPU Kabupaten/Kota terkait. Untuk pemantau asing, pendaftaran dilakukan langsung ke KPU RI dengan rekomendasi dari kementerian yang bertanggung jawab terhadap urusan luar negeri.
Tahapan berikutnya adalah penyerahan daftar penduduk potensial pemilih oleh kementerian terkait ke KPU pada rentang waktu 24 April hingga 31 Mei 2024.
Selanjutnya, tahapan persiapan pendaftaran pasangan calon gubernur-wakil gubernur, bupati-wakil bupati, dan wali kota-wakil wali kota ke KPU. Mulai dari pemenuhan persyaratan dukungan untuk pasangan calon perseorangan atau independen hingga proses pendaftaran resmi.
Berikut adalah jadwal lengkap tahapan Pilkada 2024:
1. 27 Februari-16 November 2024: pemberitahuan dan pendaftaran pemantau pemilihan;
2. 24 April-31 Mei 2024: penyerahan daftar penduduk potensial pemilih;
Berita Terkait
-
Baru Satu Orang Mendaftar Calon Gubernur Kalteng ke PDIP
-
Anggaran Pilkada 2024 Kalbar Naik jadi Rp297 Miliar
-
PJ Wali Kota Pontianak Ani Sofian Imbau ASN Netral Selama Pilkada 2024
-
Ria Norsan Mendaftar sebagai Bakal Calon Gubernur Kalbar Lewat PDI Perjuangan
-
KPU Kalbar Umumkan Jadwal Seleksi Terbuka Petugas Ad Hoc Pilkada 2024
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
5 Sepatu Lari Terbaik untuk Lari Santai di Waterfront Kapuas Pontianak saat Sore Hari
-
Jokowi Bakal Main Film Kolosal Dayak? Panglima Jilah Sebut Jadi Pemeran Utama
-
Operasi Pasar Murah Pontianak 2026, 6.000 Paket Sembako Dijual Jelang Idul Adha
-
Kalimantan Barat Jadi Penyumbang Titik Panas Terbesar, Karhutla Dikhawatirkan Meluas
-
Kasus Dugaan Asusila Guncang PSHT Pontianak, Dua Remaja Disebut Jadi Korban