alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jarang yang Tahu, Perbedaan Bahasa Melayu dan Bahasa Melayu Pontianak

Husna Rahmayunita Selasa, 29 Juni 2021 | 15:08 WIB

Jarang yang Tahu, Perbedaan Bahasa Melayu dan Bahasa Melayu Pontianak
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Pontianak menari saat pagelaran 'Pontianak Berjepin' di Taman Alun-Alun Sungai Kapuas, Pontianak, Kalbar, Senin (23/10/2018). (Antara/Jessica Helena Wuysang)

Bahasa Melayu Pontianak telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

SuaraKalbar.id - Perbedaan Bahasa Melayu dan Bahasa Melayu Pontianak belum banyak yang diketahui orang. Berikut ulasan mengenai dua bahasa itu.

Beberapa waktu lalu, bahasa Melayu Pontianak telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Penetapan ini awalnya diusulkan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) se-Kalimantan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat.

Hal ini menjadikan bahasa ini sebagai ciri khas dari Pontianak, selain berbagai kuliner yang ada. Penetapan ini dilatarbelakangi oleh bahasa Melayu Pontianak yang digunakan secara luas oleh masyarakat Pontianak dalam keseharian mereka.

Lalu, sebenarnya apa yang membedakan Bahasa Melayu dengan Bahasa Melayu Pontianak pada umumnya?

Baca Juga: Kabar Duka, Satu Nakes di Pontianak Gugur Akibat COVID-19

Merangkum dari berbagai sumber, Bahasa Melayu Pontianak merupakan salah satu dialek bahasa Melayu yang dituturkan oleh masyarakat Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.

Secara umum, dialek ini memiliki kesamaan dengan Melayu Semenanjung Malaysia dan bahasa Melayu Sarawak. Meski demikian, bahasa Melayu Pontianak banyak dipengaruhi oleh kosa kata bahasa Dayak karena interaksi penduduk bersama suku Dayak.

Ilustrasi ngobrol. (Pixabay)
Ilustrasi ngobrol. (Pixabay)

Adapun suku Dayak yang berpengaruh adalah rumpun Klemantan yang juga memiliki kesamaan pada beberapa kosa kata dengan bahasa Melayu yang dituturkan di Sambar, Kayong, dan Ketapang.

Bahasa Melayu Pontianak memiliki beberapa perbedaan fonetik. Misalnya, huruf ‘r’ diucapkan seperti R sengau atau voiced velar fricative ().

Selain itu, ada penambahan partikel ‘bah’ yang berfungsi sebagai penegas suatu kata. Partikel ini sebenarnya digunakan secara umum dalam logat bahasa Melayu di Kalimantan bagian utara, termasuk Sarawak, Brunei, dan Sabah. 

Baca Juga: Kadinkes Pontianak Sidiq Handanu Positif COVID-19, Banyak Virus di Tubuhnya

Bahasa Melayu Pontianak cenderung universal, mereka tidak memiliki stratifikasi seperti halnya bahasa Jawa. Namun, dalam berkomunikasi, penekanan ada di nada dan intonasi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait