Pulau Gelam: Pasir Kuarsa akan Ditambang, Nelayan Tradisional Terancam

Kita ini kan selaku masyarakat gak izinkan, cuma sepertinya ada yang tersembunyi, ada yang merasa berkuasa disitu jadi dia ngizinkan,

Bella
Rabu, 14 Februari 2024 | 15:05 WIB
Pulau Gelam: Pasir Kuarsa akan Ditambang, Nelayan Tradisional Terancam
Potret aktivitas nelayan Cempedak. (Tim Liputan Investigasi)

Menjalani pekerjaan sebagai seorang agen penampung ikan, Tono mengakui ia turut dibantu oleh beberapa agen pembinaan nelayan di Kendawangan, salah satunya bernama Pardi.

Uniknya, agen pembinaan nelayan di Kendawangan disebutkan oleh Tono turut menyediakan berbagai kebutuhan nelayan mulai dari hal primer seperti menerima hasil tangkap yang dalam berbagai kondisi.

“Mereka tuh buat membangun pembinaan sendiri untuk mendukung nelayan, mendukung apa pun yang kami dapat. Agen pembina tuh walaupun barang numpuk, mereka tetap ambil walaupun itu memenuhi agen nah itu kebijakan mereka, risikonya memang kaya gitu,” ujar Tono.

Tono menjelaskan, tak jarang hasil tangkapan menumpuk di agen pembina namun tetap di terima walaupun dengan harga yang kerap berubah. Berbeda dengan agen biasa, yang sering kali menolak membeli hasil tangkapan nelayan jika sedang dalam keadaan menumpuk.

Baca Juga:Nelayan Perempuan Pulau Gelam Paling Terancam Tambang

Hal inilah yang menjadi kebijakan dan pembeda antara agen penampung pembina nelayan dengan agen penampung lainnya. Tak hanya itu, agen pembina nelayan bahkan turut menyediakan kebutuhan alat tangkap dan BBM nelayan jika diminta untuk mencari.

“Kebutuhan nelayan kayak alat tangkap, subsidi BBM dan SPDN, dialah(agen pembinaan Kendawangan) yang kelola,” tegasnya.

Mengingat ranjungan menjadi hasil tangkapan yang paling banyak yang didapat dan dititipkan nelayan Cempedak ke Tono untuk dijual ke agen, tak jarang Tono sering menyetor hingga 200 kilo ranjungan ke Pardi dalam dua hari yang ia cicil menjadi dua kali pengantaran ke Kendawangan menggunakan lepeh miliknya.

“Bisa 50-100 kg ranjung sekali bawa. Dalam sehari itu kita dua kali bawa kesana,” jelas Tono.

Kehadiran Perusahaan Tambang di Gelam

Pulau Gelam yang masuk ke kawasan konservasi sempat diisukan atas kehadiran perusahaan tambang pasir kuarsa oleh sejumlah Perseroan Terbatas (PT).

Baca Juga:Pulau Gelam Ditambang, Penyu Ikut Terancam Menghilang

Hal tersebut, ternyata bukan isu belaka. Saat ditanyai soal kehadiran pertambangan tersebut, para nelayan mengakui benar melihat adanya aktivitas dari sejumlah pekerja pertambangan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini