Pulau Gelam: Pasir Kuarsa akan Ditambang, Nelayan Tradisional Terancam

Kita ini kan selaku masyarakat gak izinkan, cuma sepertinya ada yang tersembunyi, ada yang merasa berkuasa disitu jadi dia ngizinkan,

Bella
Rabu, 14 Februari 2024 | 15:05 WIB
Pulau Gelam: Pasir Kuarsa akan Ditambang, Nelayan Tradisional Terancam
Potret aktivitas nelayan Cempedak. (Tim Liputan Investigasi)

“Dari informasi yang saya dengar sih itu (ada) pertambangan di tanah,” ucap Salmin meyakini ucapannya.

Samsul sendiri yang juga kerap mencari tangkapan ke Pulau Gelam, mengakui bahkan sempat melihat mesin pertambangan milik PT tersebut.

“Pernah lihat (aktivitas pertambangan) Cuma kita tuh prakteknya itu kurang tahu, yang diliat itu orang-orangnya (pekerjanya), alat-alat mesinnya, cuma istilahnya tahu menahu soal itu kita ya gak tahu. Katanya ada pasir ini, pasir itu, kita gak tahu juga.” tambah Samsul.

Selain itu, terdapat bukti lain oleh pengakuan Sindro yang turut melihat adanya tempat tinggal milik para pekerja tambang yang dekat dengan pondok para nelayan yang menetap sementara untuk melaut di sekitar Pulau Gelam.

Baca Juga:Nelayan Perempuan Pulau Gelam Paling Terancam Tambang

“Ada pondok-pondok disana, ada camp juga kan karena ada PT tuh,” sebut Sindro.

Saat disinggung soal tanggapan mereka terkait kehadiran tambang tersebut, para nelayan mengakui saat ini mereka belum merasakan dampak apapun karena kehadiran pertambangan tersebut diisukan hanya hadir untuk mengambil sampel dari tanah di pulau Gelam.

“Pengaruh pertambangan itu sih bagi saya sebagai nelayan belum ada ya, cuma ada mikirin,” ucap Salmin pelan.

Namun, Sindro mengakui secara pribadi ia tak setuju dengan kehadiran tambang yang berlokasi di sekitaran pulau tempat mereka melakukan mata pencarian.

“Kita ini kan selaku masyarakat gak izinkan, cuma sepertinya ada yang tersembunyi, ada yang merasa berkuasa disitu jadi dia ngizinkan,” ucap Sindro.

Baca Juga:Pulau Gelam Ditambang, Penyu Ikut Terancam Menghilang

Berbeda dengan kedua nelayan, Samsul sendiri terkesan pasrah dengan kehadiran tambang pasir kuarsa tersebut karena menilai tak memiliki kekuasaan lebih.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini