Pulau Gelam Ditambang, Penyu Ikut Terancam Menghilang

Habis sudah,

Bella
Senin, 12 Februari 2024 | 19:12 WIB
Pulau Gelam Ditambang, Penyu Ikut Terancam Menghilang
Penampakan Pulau Gelam. (Tim Liputan Investigasi)

Penyu apapun menyukai vegetasi semak tumbuhan rimbun dengan tingkat kejernihan air yang baik. Mengutip penelitian yang diterbitkan Wawan Kurniawan, Erianto, Iswan Dewantara di Jurnal Hutan Lestari (2020), makanan penyu adalah tumbuhan seperti Cemara Laut (Casuarina equisetifolia ), Pandan Laut (Pandanus tectorius) (Hibiscus tiliaceus), Cemara Laut (Casuarina equisetifolia).

Penyu hijau termasuk hewan pelintas samudera dengan jarak tempuh hingga ribuan kilometer. Namun, mereka tidak lupa untuk ‘pulang’bertelur ke habitat pertama mereka. Tak heran jika Pulau Gelam bisa dikatakan ‘rumah’ asal mereka. Mau tidak mau, mereka akan kembali.

Namun, kondisi itu akan berbeda jika di Pulau Gelam sudah memiliki aktivitas tinggi. Dengan diberikannyan izin legal untuk penggalian tambang, membuka babak baru akan nasib satwa ini di masa depan.

Dwi tidak optimis tentang keberlangsungan hidup hewan dilindungi ini. Dengan perilaku yang sensitif terhadap pergerakan, getaran hingga cahaya buatan pun akan sulit bagi penyu hijau untuk bertahan di sana.

Baca Juga:Pulau Gelam Terancam, Dugong Bernasib Kelam

Menurut Dwi, adanya tambang malah akan memperparah keengganan penyu untuk mendarat di sana. Mengingat penyu adalah mahluk yang sensitif, jika tempat habitat aslinya ramai oleh aktivitas manusia, maka mereka akan terganggu dan tak nyaman.

“Jika kita lihat ada tambang, pertanyaannya sekarang adalah bagaimana sistem pembuangan limbahnya. Selain penyu di sana ada dugong dan padang lamun yang jadi makanan mereka akan hilang. Bisa karena limbah, aktivitas bolak-balik kapal pengangkut yang bisa merusak kondisi lingkungan di sana,” ujar Dwi.

Menurut Dwi tidak ada yang bisa menjamin aktivitas tambang tak akan memusnahkan siklus penyu di Pulau Gelam.

“Pulau Gelam kan masuk pulau kecil, dengan dua tambang yang mengelola hampir semua kawasan akan lebih sulit bagi penyu untuk tetap di sana. Mereka akan mengalah dengan adanya tambang itu,”ujarnya.

Penyumbang Ekosistem Lamun

Penampakan penyu di perairan pulau Gelam. (Tim Liputan Investigasi)
Penampakan penyu di perairan pulau Gelam. (Tim Liputan Investigasi)

Dalam banyak penelitian penyu sangat menggantungkan hidupnya pada padang lamun. Faktanya, keberadaan penyu sangat penting bagi ekosistem dan lingkungan sekitar laut dan pulau itu sendiri. Wilson EG,' Mille, KL, Allsion D dan Magliocca M dalam tulisannya di situs oceana.org mencatat penyu, terutama penyu hijau mampu menyumbang kehidupan lamun dan laut lebih baik.

Baca Juga:Praktik Pasir Kuarsa Rempang di Pulau Kalimantan

Penyu sangat menyukai tumbuhan. Terutama penyu hijau. Lamun menjadi tempat area makan favoritnya. Memakan lamun nyatanya membantu penyebaran lamun agar tumbuh kembali di sepanjang pegerakan mereka.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini