- Helikopter Airbus PK-CFX yang membawa delapan orang dilaporkan hilang kontak sejak pagi hari di Kalimantan Barat.
- Puing helikopter ditemukan sore hari pukul 16.00 WIB dalam kondisi hancur di lereng perbukitan Kecamatan Nanga Taman.
- Tim gabungan sedang berupaya melakukan proses evakuasi di tengah medan hutan lebat yang sulit dijangkau aksesnya.
SuaraKalbar.id - Kasus hilangnya helikopter akhirnya terjawab dengan kabar memilukan. Setelah sempat hilang kontak sejak pagi hari, helikopter Airbus Helicopter H130 dengan nomor registrasi PK-CFX ditemukan dalam kondisi jatuh di wilayah terpencil Kalimantan Barat.
Helikopter tersebut ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan lereng perbukitan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Lokasinya berada di tengah hutan lebat dengan akses yang sangat terbatas, membuat proses evakuasi menjadi penuh tantangan.
Hingga kini, nasib delapan orang yang berada di dalam helikopter masih belum diketahui.
5 Fakta Jatuhnya Helikopter PK-CFX di Sekadau
Baca Juga:Waspada! BMKG Rilis Prakiraan Cuaca untuk Sintang dan Sekadau Sepekan
1. Hilang Kontak Sejak Pagi
Helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak sejak pagi hari, memicu pencarian intensif oleh tim gabungan di sejumlah titik yang dicurigai sebagai lokasi jatuh.
2. Ditemukan Sore Hari dalam Kondisi Hancur
Setelah berjam-jam pencarian, titik lokasi puing akhirnya ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB. Kondisi helikopter dilaporkan sudah hancur di area perbukitan.
3. Lokasi Sulit Dijangkau
Baca Juga:Polres Sekadau Sediakan Layanan Penitipan Motor Gratis bagi Pemudik, Cek Syarat dan Lokasi di Sini
Titik jatuh berada di lereng perbukitan dengan vegetasi hutan lebat. Tim di lapangan harus menembus medan ekstrem untuk mencapai lokasi.
4. Membawa 8 Orang
Helikopter tersebut diketahui mengangkut delapan orang, terdiri dari dua kru (pilot dan co-pilot) serta enam penumpang yang merupakan jajaran perusahaan perkebunan.
5. Evakuasi Masih Berlangsung
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berupaya melakukan evakuasi. Belum ada keterangan resmi terkait kondisi korban.
Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, hingga Damkar Sekadau dan relawan. Sejak pagi, mereka menyisir sejumlah lokasi sebelum akhirnya menemukan titik jatuh helikopter.